Laju kehilangan tutupan pohon di Jawa Barat diperkirakan mencapai 15.000 hektar per tahun akibat ekspansi perkebunan monokultur skala besar, konversi kawasan hutan menjadi kawasan pariwisata komersil, serta pembangunan infrastruktur yang mengorbankan koridor hidrologis dan habitat satwa endemik.
Deforestasi di kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS) seperti Citarum, Cimanuk, dan Cisadane telah menyebabkan turunnya kemampuan tanah menyerap air hujan, yang secara langsung melipatgandakan intensitas banjir bandang dan longsor setiap musim penghujan tiba.
WALHI Jawa Barat mendorong pengakuan Wilayah Kelola Rakyat (WKR) dan restorasi hutan berbasis kearifan lokal komunitas adat serta petani tapak sebagai jalan utama menghentikan deforestasi dan memulihkan daya dukung lingkungan Jawa Barat.